28 Feb 2012

Persijap Mulai Bisa Beradaptasi

Mesin Persijap mulai panas. Raihan tujuh poin di tiga laga terakhir menjadi indikasi. Setelah memenangi dua laga kandang secara beruntun, dua hari lalu Persijap mendapat tambahan satu poin setelah menahan tuan rumah Arema.

Itu tentu menjadi modal bagus sebelum menyongsong kedatangan tamu istimewa, Persija di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara pada 4 Maret mendatang.

Hasil imbang di Malang menjadi terasa istimewa bagi skuad Agus Yuwono. Sebab, Persijap pernah mencatat hasil buruk saat menjalani tur luar kota. Di awal musim, tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu mampu mencuri satu poin di kandang Bontang FC. Akan tetapi, Anam Syahrul dkk gagal mempertahankan tren tersebut.

”Kami tidak ingin terlena melihat hasil ini. Masih banyak pertandingan yang harus dijalani. Evaluasi akan segera kami terapkan dalam sesi latihan dengan berdasarkan beberapa catatan penting dari laga melawan Arema kemarin,” kata pelatih Persijap Agus Yuwono.

Laga kandang kedua di markas Persibo berakhir tragis. Persijap harus pulang dengan kekalahan telak 0-5. Melanjutkan kunjungan ke kandang Persiraja, tim ini juga pulang dengan tangan hampa. Persijap dipaksa mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2.

Tidak sampai di situ, kondisi Persijap semakin terpuruk saat menjalani laga di kandang sendiri. Menjamu Persebaya, Persijap harus menanggung malu besar setelah kalah 0-1. Situasi ini langsung membuat posisi pelatih Agus Yuwono goyah.

Dia sempat mendapat impeachment baik dari manajemen maupun suporter. Bahkan, manajemen sudah memunculkan sejumlah nama untuk mengganti posisi Agus dari kursi pelatih Persijap.

Namun, Persijap mampu bangkit dalam tekanan. Dua tim berikutnya yang datang ke Jepara, Persiba Bantul dan Semen Padang mampu ditaklukkan. Suasana tim semakin kondusif dan posisi Agus Yuwono berangsur-angsur aman.

Agus kembali memberikan bukti saat racikannya mampu memaksa tuan rumah Arema berbagi angka, dua hari lalu.

Asisten pelatih Anjar Jambore Widodo tidak melihat Arema sebagai tim lemah. Sebab, mereka masih diperkuat pemain-pemain papan atas seperti TA Musafri, Amiruddin, serta Roman Chamelo.

”Hasil di Bojonegoro menjadi modal untuk melakukan perbaikan. Saat bermain melawan Persiraja kami mampu tampil lebih baik, namun keberuntungan belum memihak kami. Di Malang kemarin, kinerja para pemain mulai meningkat. Komunikasi antarlini maupun kolektifitas tim berjalan dengan baik,” ucap Anjar.

Meski tertinggal terlebih dahulu melalui gol Roman Chamelo di menit 58 dan Putut Waringin Jati menit 71, namun Agus mampu membakar semangat juang pasukannya. Dua gol tercipta pada menit-menit terakhir melalui aksi pemain pengganti Noor Hadi (81) dan I Made Wirawan saat pertandingan memasuki masa injury time, tepatnya menit 90+1.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar